Sponsors Link

Barotrauma: Pengertian, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan

Sponsors Link

Jika naik pesawat terbang, lalu terjadi gangguan pada telinga. Berhati-hatilah, bisa jadi itu gejala penyakit barotrauma. Berikut penjelasannya yang lengkap yang perlu diketahui dan diperhatikan. Di dalamnya juga termasuk pantangan setelah operasi sinusitis yang berhubungan dengan tekanan udara.

ads

Pengertian Barotrauma

Barotrauma ialah, gejala telinga pengang akibat makanan penyebab amandel dan ketakstabilan tekanan udara yang ada di dalam dengan yang di luar telinga.  Jika parah, gangguan juga bisa terjadi pada saluran paru paru. Bahkan juga di sistem pencernaan lainnya.

Apapun jenis gangguan yang terjadi, pastikan tidak disepelekan. Kalau perlu, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter THT dan terapkan cara pencegahan kanker nasofaring. Ini untuk mencegah terjadinya komplikasi sistem pencernaan. Bahkan pasien bisa kehilangan organ pendengarannya.

Penyebab Barotrauma

1. Barotrauma Telinga

Penyebab barotrauma bermacam-macam. Yang pertama ialah tekanan udara yang tidak stabil ketika pesawat lepas landas dan beberapa saat ketika mendarat. Hal ini dikarenakan, tekanan udara di dalam kabin tidak statis.

Sedangkan penyebab yang kedua ialah, akibat menyelam di laut. Penyebab inilah yang beresiko merusak gendang telinga. Maka dari itu, jika tidak mahir jangan berenang di laut dalam. Karena tekanan di permukaan dengan di dalam air memiliki nilai beda yang sangat tinggi.

Menurut medis, barotrauma juga disebabkan oleh penyakit tertentu dan penggunaan antibiotik untuk amandel kronis. Salah satunya ialah penyakit pilek yang sedang parah. Hal ini dikarenakan saluran hidung tersumbat, sehingga tekanan udara dari luar begitu besar.

2. Barotrauma Paru-Paru

Sedangkan barotrauma paru paru biasanya disebabkan oleh aktivitas penyelaman yang terlalu dalam. Masalah ini yang terkadang membuat penyelam meninggal dunia pasca melakukan penyelaman.

Ada juga kasus barotrauma paru paru akibat mal praktik medis. Utamanya terkait dengan penggunaan alat bantu pernafasan (ventilator). Maka dari itu, jika akan menggunakannya, lakukan pemeriksaan paru paru terlebih dahulu. Supaya tidak terjadi masalah barotrauma paru paru.

Sekalipun kasusnya tidak sebanyak barotrauma terkait telinga, barotrauma paru paru ini juga perlu diwaspadai. Penyebabnya juga perlu dihindari. Itu pun jika masih ingin bernafas dengan nyaman dan lancar.

Gejala Barotrauma

Jika ingin menghindari penyakit barotrauma baik telinga maupun paru paru, maka gejalanya, ciri ciri radang tenggorokan dan gejala amandel membesar perlu diketahui terlebih dahulu. Baru pemeriksaan sejak dini bisa dilakukan oleh pasien.


1. Gejala Barotrauma Telinga

  • Rasa tidak nyaman pada telinga
  • Nyeri telinga
  • Pendengaran berkurang
  • Pusing
  • Nyeri hebat di telinga
  • Telinga berdengung
  • Vertigo
  • Muntah
  • Perdarahan telinga
  • Hilangnya pendengaran

2. Gejala Barotrauma Paru Paru

Sedangkan gejala untuk barotrauma paru paru lebih akut dan berbahaya. Bahkan salah satunya adalah asma yang parah penyebab bayi mimisan.

  • Suara serak dan berat
  • Nyeri mengiris pada dada
  • Sesak napas atau asma
  • Keram Perut
  • Napas berbunyi saat tidur

Tindakan Medis Barotrauma

Penyakit barotrauma bukan penyakit sepele sekalipun merupakan akibat penyakit polip. Cara penyembuhannya tetap membutuhkan peranan medis. Terutama dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang disingkat THT.

Namun, jangan panik jika mengalami masalah ini. Terutama yang masih stadium ringan. Karena biasanya pekak dan “ngiang” akan hilang dengan sendirinya. Silakan rujuk ke medis jika gejala ini sudah muncul.

  • Batuk darah
  • Sesak napas
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kelumpuhan pada lengan atau tungkai
  • Kesadaran menurun

Gejala di atas adalah bukti kalau penyakit sudah parah. Bisa jadi karena dibiarkan hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Ini yang perlu diwaspadai kecuali anda memang ingin penyakit tersebut tetap bersarang di dalam tubuh.

Cara Mencegah Barotrauma

Penyakit sebelum menyerang, antisipasi terlebih dahulu dengan pencegahan. Termasuk pencegahan penyakit barotrauma. Cara yang pertama ialah, jangan naik pesawat jika telinga sedang bermasalah atau pilek belum sembuh.

Selain itu, pencegahan untuk para pilot dan penyelam, hendaknya melakukan pemeriksaan secara rutin, sebelum melakukan aktivitasnya. Ini perlu diperhatikan terutama untuk yang sudah berusia diatas 40 tahun.

Pengobatan Barotrauma

Banyak sekali tindakan pengobatan penyakit barotrauma untuk mencegah dari bahaya amandel. Kami akan menjelaskan secara singkat saja. Trik semacam ini bisa dilakukan jika di rasa ada masalah dengan telinga pasca turun dari pesawat atau menyelam.

1. Konsumsi Permen

Cara yang pertama dan unik ialah menguap atau dengan menelan ludah. Jika tidak ingin melakukannya, silakan makan permen. Ada juga teknik yang manjur yaitu menarik napas dengan menggunakan mulut.

2. Obat-obatan

Sedangkan obat kimia yang digunakan, Anda bisa meminta langsung ke dokter spesialis. Karena obat itulah yang dosisnya lebih tepat. Karena jika obat sembarangan, justru masalah efek samping bisa menyerang.

3. Operasi

Jika dengan obat medis dan trik di atas, penyakit barotrauma maupun tanda-tanda amandel tidak juga hilang, mungkin perlu dilakukan operasi. Caranya ialah, dokter akan memasang alat khusus pada gendang telinga. Fungsinya sebagai pelancar udara di dalam telinga.

, , , ,