Sponsors Link

5 Cara Mencegah Tuli Sensorineural yang Paling Efektif

Sponsors Link

Memiliki gangguan pendengaran tentu saja tidak menyenangkan, karena selain dapat menggangu kehidupan pribadi, dapat juga mengganggu orang lain yang mengaharuskannya mengatakan sesuatu secara berulang-ulang dengan suara yang keras.

ads

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dosis yang sehat dari beberapa nutrisi penting seperti asam folat, asam lemak omega 3, dan vitamin B, dapat membantu mencegah resiko kehilangan atau gangguan pendengaran sebesar 35 persen, yang berkaitan dengan usia (di atas 50 tahun).

Studi ini menemukan bahwa kekurangan folat dapat menyebabkan kadar homocysteine, yaitu salah satu faktor risiko yang diketahui untuk penyakit jantung, meningkat. Kondisi ini pada gilirannya akan membatasi aliran darah ke bagian koklea telinga yang berfungsi mengubah energi suara menjadi sinyal-sinyal listrik yang berjalan ke otak.

Para peneliti juga memperkirakan asam lemak omega 3 yang terdapat di ikan memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu menurunkan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler, sehingga membantu melindungi seseorang dari gangguan pendengaran.

Salah satu gangguan pendengaran yang paling umum terjadi adalah tuli sensorineural, dimana tuli sensorineural diakibatkan oleh adanya kerusakan pada bagian saraf telinga dalam yang membawa suara dari area pendengaran ke otak, bersifat permanen.

Tuli sensorineural biasanya terjadi akibat kerusakan atau kehilangan yang terjadi pada sel saraf (sel rambut) dalam rumah siput. Gangguan pendengaran sensorineural juga dikenal sebagai tuli saraf karena alasan tersebut, dan dapat menyerang siapa saja di segala usia.

Terdapat berbagai macam penyebab dari timbulnya tuli sensorineural; mulai dari faktor keturunan, sampai faktor eksternal yang terjadi akibat suatu kecelakaan atau paparan dari luar tubuh yang langsung berefek buruk pada sistem pendengaran.

Beberapa cara mencegah tuli sensorineural yang mungkin dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit tersebut antara lain:

  1. Menjaga Volume Suara Eksternal

Cara mencegah tuli sensorineural yang pertama adalah menjaga volume suara eksternal, di mana suara eksternal yang dimaksud di sini adalah suara televisi, radio, atau musik.

Usahakan peralatan tersebut dipasang untuk didengarkan dengan volume cukup dan tidak terlalu keras. Terkadang masalah pendengaran adalah merupakan suatu kebiasaan, dimana jika telinga kita terbiasa mendengar suara dengan volume keras, maka ketika volume berada pada nilai desibel normal, kita akan merasa bahwa suara yang dihasilkan terdengar kecil.

Ubahlah kebiasaan Anda, dan latihlah telinga anda untuk mendengar suara pada nilai desibel yang dianjurkan, agar terhindar dari tuli sensorineural.


2. Menggunakan Headphone

Penggunaan headphone disarankan untuk mendengarkan suara agar lebih jelas, terutama bila terdapat suara bising lain diluar suara utama. Terkadang fokus seseorang terhadap pendengaran pada satu suara dirasa kurang karena terdapat suara lain yang menyertainya.

Hal ini bukan berarti anda memiliki gangguan pendengaran, namun Anda hanya tidak terbiasa untuk membedakan suara, sehingga konsentrasi anda terpecah yang mengakibatkan anda tidak mendengarkan suara yang seharusnya anda dengarkan.

Menggunakan headphone dapat membantu anda untuk lebih fokus pada suara yang perlu anda dengarkan, tanpa perlu menambahkan volume suara, sehingga menjadikan metode ini sebagai salah satu cara mencegah tuli sensorineural yang efektif.

3. Menggunakan Alat Pelindung Telinga

Jika anda mengajak anak anda untuk nonton di bioskop, ada baiknya anda memakaikan alat seperti ear muffs atau ear plugs untuk mencegah kerusakan gendang telinga pada telinga anak anda yang masih sensitif akan suara, dan juga sebagai salah satu cara mencegah tuli sensorineural yang efektif.

Anda pun sebagai orang dewasa juga disarankan untuk menggunakan alat pelindung telinga jika berada pada lingkungan yang memiliki suara bising dan mengganggu. Alat pelindung telinga pun juga berguna ketika anda berada pada lingkungan atau daerah yang sangat dingin untuk menghindari terjadinya pendarahan pada telinga anda.

Terkait beberapa hal menyangkut organ THT pada anak, waspadai gangguan pendengaran yang dapat menyerang anak yang masih bayi atau sudah beranjak dewasa seperti telinga bayi keluar cairan kuning, infeksi telinga pada anak, dan lain sebagainya.

Kami sarankan untuk mencoba membaca beberapa tips  yang telah kami berikan pada tulisan-tulisansebelumnya seperti cara mengatasi ASI masuk telinga bayi, dan juga ciri-ciri gendang telinga pecah pada bayi.

4. Memperhatikan Kebersihan Liang Telinga

Kebersihan liang telinga perlu diperhatikan, karena  bakteri dan virus dapat masuk melalui lubang telinga. Namun anda juga harus berhati-hati dalam membersihkan liang telinga, agar malah tidak terjadi infeksi yang harusnya terjadi.

Untuk itu, sebagai cara mencegah tuli sensorineural, hindari membersihkan telinga dengan benda keras seperti cotton bud, karena dikhawatirkan dapat merusak atau melukai dinding telinga dan bahkan syaraf.

Dokter ahli THT bahkan menyarankan untuk tidak perlu membersihkan telinga, karena sebenarnya telinga memiliki sistem mekanisme pembersihannya sendiri, karenanya lebih berhati-hatilah saat membersihkan telinga.

5. Batasi Obat-obatan

Hindari mengkonsumsi obat secara sembarangan dan dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter. Beberapa kandungan pada obat-obatan tertentu dapat menyebabkan gangguan pada telinga, yang berpotensi menyebabkan tulis sensorineural. obat-obatan yang menimbulkan gangguan pendengaran disebut dengan obat ototoksitas.

Gejala awal yang timbul akibat obat  terhadap pendengaran adalah munculnya bunyi denging, timbul vertigo, dan lama-kelamaan kemampuan mendengar akan hilang sama sekali.

Pada beberapa kasus, gangguan pendengaran akan hilang setelah Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. Namun ada juga yang menjadi gangguan permanen seperti tuli sensorineural yang tidak dapat disembuhkan.

Seperti pepatah bilang, lebih baik mencegah daripada mengobati; karena pencegahan dini hal-hal yang memiliki potensi merusak sistem pendengaran akan lebih mudah dan baik dilakukan untuk jangka panjang sampai seumur hidup.

Anda juga harus dapat memberikan waktu bagi telinga untuk beristirahat, semakin sering seseorang terpapar suara maka bisa mempengaruhi gangguan pendengaran, bahkan suara dengan volume rendah sekalipun jika terpapar dalam jangka waktu lama bisa jadi berbahaya. Untuk itu berilah waktu bagi telinga untuk beristirahat dengan berada di dalam ruangan yang tenang.

Melakukan pemeriksaan telinga secara teratur pada dokter ahli THT, dan melakukan tes pendengaran dan pemeriksaan telinga sebaiknya menjadi kegiatan kesehatan yang dijalankan secara rutin, karena semakin cepat gangguan pendengaran dapat dideteksi dan diketahui, maka penanganannya akan menjadi lebih mudah dan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

Untuk anda yang sedang mengalami gangguan pendengaran, silahkan baca tulisan kami lainnya mengenai alat pendengaran telinga yang bagus dan juga beberapa tips yang bisa dicoba seperti cara membersihkan kotoran telinga dengan bawang putih, lalu penyebab telinga tidak bisa mendengar, dan juga ciri-ciri telinga bermasalah yang wajib untuk anda ketahui.

Dengan membaca artikel kami mengenai cara mencegah tuli sensorineural ini diharapkan anda akan dapat meminimalisir dan bahkan terhindar dari penyakit tersebut sehingga pendengaran tetap terjaga.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan