Sponsors Link

Definisi Tinnitus – Etiologi, Patofisiologi dan Diagnosis

Sponsors Link

Definisi tinnitus merupakan gangguan pada indra pendengaran yakni timbulnya dengungan tanpa adanya rangsangan bunyi dari luar. Beberapa keluhan yang terjadi selain telinga yang berdengung adalah mendesis, menderu dan berbagai bunyi lainnya serta bisa menjadi penyebab telinga sakit. Tidak sedikit orang yang mengalami masalah telinga ini dari mulai yang bersifat ringan hingga berat dan mengganggu aktivitas sehari hari.

ads

Definisi tinnitus sendiri bukanlah sebuah penyakit akan tetapi gejala dari penyakit yang menyebabkan tinnitus tersebut. Sebenarnya, tinnitus atau telinga berdengung merupakan gangguan pendengaran yang ditandai dengan perasaan seperti mendengar bunyi di dalam telinga atau kepala namun tidak disebabkan dari bunyi bunyian diluar telinga.

Definisi tinnitus berasal dari kata “Tinnire” yang berarti membunyikan. Tinnitus yang merupakan salah satu dari macam macam penyakit telinga dalam pasien usia lanjut umumnya terjadi karena rusaknya beberapa saraf pendengaran. Sementara jika terjadi pada usia yang lebih muda bisa terjadi karena terlalu sering mendengar suara yang keras dari sumber bunyi di luar telinga seperti volume suara musik yang terlalu memekakkan telinga.

Etiologi Tinnitus

Tinnitus bisa terjadi karena berbagai penyebab yang umumnya disebabkan karena sebuah penyakit namun juga terkadang tidak bisa dipastikan. Beberapa penyebab tinnitus tersebut diantaranya adalah:

  1. Kerusakan Telinga Dalam

Kerusakan telinga bagian dalam menjadi faktor penyebab terbesar dari tinnitus. Saat berada dalam kondisi yang normal, maka suara yang masuk ke dalam telinga akan dikirim ke otak oleh saraf pendengaran lewat rongga berbentuk spiral yakni koklea. Apabila kolkea rusak dan mengganggu fungsi daun telinga, maka gelombang suara akan terputus dan otak akan terus mencari sinyal dari koklea yang tersisa sehingga membuat bunyi tinnitus.

  1. Pendengaran Menurun

Menurunnya pendengaran karena usia lanjut akan membuat kepekaan saraf pendengaran semakin berkurang semakin bertambahnya usia sehingga kualitas pendengaran juga ikut menurun sehingga menyebabkan masalah pada telinga seperti salah satunya adalah tinnitus.

  1. Suara Nyaring

Terlalu sering mendengar suara atau bunyi bunyian yang terlalu keras dengan earphone atau pekerjaan yang berhubungan dengan suara bising yang secara terus menerus diterima telinga akan menimbulkan kerusakan telinga permanen dan salah satunya adalah tinnitus penyebab telinga berdengung.

  1. Penumpukan Kotoran Dalam Telinga

Menumpuknya kotoran di dalam telinga akan menghalangi pendengaran yang akhirnya bisa menimbulkan iritasi di gendang telinga karena bakteri tumbuh dengan subur.

  1. Beberapa Jenis Penyakit

Tinnitus juga bisa terjadi karena penderita mengalami beberapa jenis penyakit yang menyebabkan tinnitus terjadi. Beberapa penyakit tersebut diantaranya adalah penyakit paget, penyakit meniere, hipotirodisme, neuroma akustik, gendang telinga pecah, penyebab telinga berdarah, gangguan kardiovaskular seperti hipertensi atau ateroklerosis dan beberapa jenis penyakit lainnya.


Patofisiologi

Berdasarkan dari frekuensi getaran, definisi tinnitus sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yakni tinnitus frekuensi rendah atau low tone seperti timbulnya suara gemuruh dalam telinga dan juga tinnitus frekuensi tinggi atau high tone seperti berdenging di dalam telinga atau kepala.

Tinnitus juga seringkali dihubungkan dengan tuli sensorineural serta bisa terjadi juga karena gangguan konduksi seperti bunyi dengan nada rendah. Apabila tinnitus disertai juga dengan inflamasi, maka suara berdengung tersebut juga akan terasa seperti berdenyut atau tinnitus pulsasi yang biasanya terjadi pada sumbatan liang telinga, otitis media, tumor dan sebagainya.

Untuk tuli sensorineural, tinnitus subjektif akan timbul pada nada tinggi sekitar 4000 Hz yang terjadi di bagian telinga dalam saat gelombang suara berenergi kuat merambat lewat cairan telinga lalu merangsang dan membunuh sel sel rambut pendengaran. Ini akan menyebabkan telinga tidak lagi merespon terhadap suara. Akan tetapi jika suara keras hanya merusak sel sel rambut, maka yang akan terjadi adalah tinnitus yakni sensasi dengungan keras di telinga sehingga cara merawat telinga agar tidak tuli harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik.


Susunan telinga sendiri terdiri dari liang telinga, gendang telinga, tulang pendengaran dan juga rumah siput. Saat suara keras yang melebihi batas masuk ke dalam telinga, maka akhirnya timbul suara berdengung karena rambut getar yang berada di rumah siput tidak berhenti bergetar. Getaran ini nantinya akan diterima saraf pendengaran dan kemudian diteruskan menuju otak yang akhirnya merespon dengan timbulnya bunyi berdengung. Tingkat kepekaan seseorang terhadap suara bising juga berbeda beda, namun rata rata akan mengalami keluhan jika menerima suara yang bising dalam jangka waktu lama.

Diagnosis

Definisi tinnitus yang merupakan gejala klinik penyakit telinga ini membutuhkan diagnosa yang sesuai berdasarkan penyebabnya meskipun terkadang cukup sulit untuk diketahui sekaligus digunakan juga untuk mengatasi telinga berdenging sebelah kiri. Diagnosis akan dilakukan dengan pertanyaan riwayat terjadinya suara bising yang dilakukan dengan pemeriksaan audio metri nada murni atau pure tone audiometry.

Pada pemeriksaan ini, gambaran khas dari nada murni berupa notch atau takik berada pada frekuensi 4 KHZ. Anamnesis adalah hal terpenting untuk memperoleh diagnosa tinnitus sekaligus beberapa hal lain seperti kualitas dan juga kuantitas tinnitus, gejala apa saja yang menyertai tinnitus seperti contohnya gejala neurologik, vertigo dan gangguan pendengaran lainnya. Selain itu, pemeriksaan fisik THT dan juga otoskopi juga harus dilakukan dengan teratur seperti pemeriksaan penala, audiometri nada murni, audiometri tutur dan juga ENG.

, , ,
Oleh :
Kategori : Tinnitus