Sponsors Link

10 Penyebab Tuli Saraf yang Perlu Diwaspadai

Sponsors Link

Proses mendengar bunyi dan suara merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki oleh makhluk hidup yang memiliki telinga. Pada manusia sendiri, proses mendengar ini lebih kompleks lagi, dimana selain mendengar, manusia juga mampu mengolah getaran suara untuk diintepretasikan kembali menjadi suatu kata yang memiliki makna, dimana hal ini merupakan penunjang komunikasi antara individu yang satu dengan individu lainnya.

ads

Selain itu sebagai “alat” untuk mendengar, telinga juga memiliki fungsi dalam menjaga postur dan keseimbangan tubuh. Bila telinga Anda mengalami gangguan, tentu juga akan berpengaruh pada aktivitas dan komunikasi yang Anda lakukan.

Gangguan pendengaran atau tuli merupakan hal yang umum terjadi dan bisa menimpa siapapun dan usia berapapun, namun seringnya tuli terjadi pada lansia. Namun jangan salah, anda yang masih berusia muda pun dapat mengalami gangguan pendengaran atau tuli.

Gangguan pendengaran atau tuli disebabkan oleh rusaknya salah satu atau beberapa bagian dari telinga luar, tengah atau dalam, dimana kerusakan pada bagian tersebut dapat diklasifikasikan lagi menjadi 4 macam gangguan pendengaran yaitu: gangguan pendengaran atau tuli sensorineural, gangguan pendengaran atau tuli konduktif, gangguan pendengaran atau tuli campuran, dan gangguan pendengaran atau tuli saraf.

Untuk mengetahui beberapa informasi terkait kesehatan pendengaran lainnya, silahkan membaca artikel kami yang berhubungan dengan hal tersebut seperti apa saja ciri-ciri telinga bermasalah, lalu mengenai  penyebab gendang telinga sakit, kemudian kami juga memberikan cara memperbaiki pendengaran yang kurang baik,  serta cara menyembuhkan telinga tersumbat karena flu yang dapat anda praktekkan.

Dari ke empat gangguan tersebut, gangguan pendengaran atau tuli saraf mungkin yang paling jarang terjadi, dengan prevalensi yang belum diketahui secara pasti, dan membutuhkan identifikasi dan diagnosia lebih lanjut oleh dokter spesial THT atau ahli audiologi. Gangguan pendengaran atau tuli saraf merupakan gangguan pendengaran dengan tingkat parah dan bersifat permanen.

Gangguan pendengaran atau tuli saraf terjadi ketika saraf auditori tidak dapat mengirim sinyal ke otak. Suatu struktur yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal suara ke otak disebut syaraf auditori, yang terdapat pada lapisan membran koklea. Saraf auditori berbentuk seperti helaian rambut rambut tipis, saraf ini pun sangat peka terhada getaran yang selanjutnya akan menuju pada generasi impuls listrik lalu nantinya akan diteruskan ke otak.

Ada beberapa hal yang menyebabkan hilangnya kemampuan pendengaran, hal ini bisa di karenakan bawaan lahir atau genetik, lalu kecelakaan atau karena proses penuaan yang dapat menurunkan kemampuan seluruh indera manusia termasuk indera pendengaran. Dan tak hanya itu saja, beberpa ketulian juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit tertentu.

Untuk sepenuhnya memahami penyebab tuli saraf, Anda harus ingat bahwa kerusakan pada sel-sel saraf pendengaran hampir selalu terjadi sangat lambat. Oleh karena itu, gejala berkembang sangat lambat sehingga hampir tidak mungkin dirasakan.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab tuli saraf, yaitu sebagai berikut:


  1. Infeksi telinga akibat bateri dan virus

Bakteri dan virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui telinga, dan menyebabkan infeksi yang dapat menjadi salah satu penyebab tuli saraf yang mungkin terjadi. Tuli saraf akibat infeksi virus maupun bakteri misalnya HIV/AIDS, penyakit Lyme, dan sifilis.

2. Konsumsi obat antibiotik

Beberapa obat untuk terapi kanker, salah satunya vincristine, dan antibiotik seperti metronidazole dan isoniazid bisa menyebabkan kerusakan pada bagian saraf.

3. Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus eritematosus sistemik, dan sindrom Sjogren diketahui bisa menjadi penyebab tuli saraf terjadi pada anda.

4. Diabetes

Merupakan sebuah kondisi yang sering dikaitkan dengan saraf, dimana jika gula darah tidak terkontrol, dan penderitanya mengalami obesitas dan hipertensi, maka dapat berpengaruh pada sistem saraf yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli saraf, karena gangguan akibat suplai darah ke telinga dan otak.

5. Tumor

Keberadaan tumor dapat menekan saraf-saraf yang ada di sekitarnya, dan jika tumor muncul (jinak atau ganas) dan berada di jaringan sekitar saraf neropati auditory, maka dapat menimbulkan gangguan pendengaran atau tuli saraf.

6. Faktor keturunan atau penyakit genetik

Gangguan pendengaran atau tuli saraf akibat faktor keturunan dan genetik biasanya disebabkan oleh penyakit yang diturunkan seperti ataksia Friedreich, porfiria, dan penyakit Charcot-Marie-Tooth.

7. Iskemia

Merupakan suatu kondisi ketika jaringan saraf auditory yang terhubung dengan telinga kekurangan suplai darah, dimana hambatan aliran darah yang terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli saraf.

8. Paparan zat beracun

Beberapa zat kimia beracun (toksin) atau senyawa kimia berbahaya dapat menyebabkan kerusakan pada saraf manusia, misalnya pestidisa, senyawa emas, arsenik, timah, atau merkuri, yang apabila terpapar dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli saraf.

9. Alkohol dan Defisiensi Vitamin

Mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan dan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan tuli saraf, terutama jika pecandu minuman keras mengalami kekurangan nutrisi dan vitamin seperti vitamin B12 dan folat, serta beberapa vitamin B lainnya.

10. Trauma

Penyebab kerusakan saraf dan gangguan pendengaran atau tuli saraf yang paling umum adalah cedera atau trauma yang terjadi karena suatu aktivitas yang dapat menyebabkan benturan pada bagian tengkorak manusia.

Baca juga artikel-artikel kami terkait kesehatan THT seperti akibat memakai headset terlalu sering, kemudian cara menjaga kesehatan telinga secara alami,  lalu apa saja pantangan setelah operasi Sinusitis, dan juga apa dampak hidung terbentur bagi kesehatan Anda.

Itulah beberapa penyebab tuli saraf yang perlu anda waspadai. Jika anda merasa merasa kesulitan mendengar atau susah memahami pembicaraan, ada baiknya anda segera berkonsultasi ke dokter spesialis THT, terutama jika kesulitan mendengar terjadi akibat atau setelah mengalami salah satu kejadian yang menjadi penyebab di atas.

, , ,
Oleh :
Kategori : Tuli