Sponsors Link

Perbedaan Sinusitis dan Rhinitis yang perlu Anda Ketahui

Sponsors Link

Gejala hidung tersumbat dapat berupa sinusitis atau rhinitis. Pasalnya kedua kondisi penyumbatan atau peradangan hidung ini memiliki kemiripan namun jelas berbeda. Rhinitis terjadi di dalam rongga hidung sedangkan sinusitis terjadi pada rongga udara yang berada di belakang tulang pipi.

ads

Sinusitis dan rhinitis mempunyai hubungan sebab akibat. Pada rhinitis, infeksi yang terjadi disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran pernapasan. Sementara pada sinusitis, salah satu penyebabnya adalah jalur pernapasan yang mengalami infeksi. Berikut diuraikan lebih lanjut tentang perbedaan sinusitis dan rhinitis yang perlu Anda ketahui.

Penyebab Sinusitis dan Rhinitis

Sinusitis merupakan kondisi peradangan atau pembengkakkan yang terjadi pada rongga sinus. Faktor penyebab sinusitis diantaranya karena infeksi baketri, jamur maupun virus. Kondisi pembengkakkan ini menjadi penghalang saat aliran lendir akan keluar dari sinus yang pada akhirnya mengakibatkan penumpukan lendir dalam sinus. Sinusitis yang disebabkan karena virus dapat diatasi menggunakan bahan-bahan alami.

Sedangkan pada kasus sinusitis yang berlangsung dalam jangka waktu lama diduga penyebabnya berasal dari bakteri penyebab sinusitis seperti haemophilus influenzae dan streptococcus pneumoniae. Dampak penyakit sinusitis diantaranya rasa nyeri di sekitar mata, nyeri kepala tak tertahankan hingga penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Sedangkan rhinitis adalah peradangan pada dinding hidung yang dapat dibagi menjadi dua yakni rhinitis alergi (hay fever) dan rhinitis non-alergi. Penyebab rhinitis alergi adalah debu, bulu hewan dan sari bunga yang terhirup oleh organ pernapasan. Sementara rhinitis non-alergi disebabkan adanya paparan asap rokok, asap polusi, bau menyengat hingga suhu yang terlalu dingin.

Gejala Sinusitis dan Rhinitis

Baik sinusitis maupun rhinitis mempunyai gejala mirip yakni bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung gatal dan hidung memerah yang akhirnya menjadi iritasi. Gejala sinusitis yang paling umum adalah hidung tersumbat, sakit kepala dan keluar cairan berwarna kuning kehijauan dari hidung. Kondisi hidung yang tersumbat dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga menimbulkan rasa sakit dan pembekakkan pada area mata, pipi dan dahi. Setelah hidung mengalami penyumbatan maka hidung menjadi tempat nyaman  bagi kuman untuk tumbah dan berkembang.

Meskipun jarang terjadi, gejala lain sinusitis yang mungkin muncul adalah demam, mual hingga muntah, badan terasa sangat lelah, sensitif rasa berkurang serta nyeri di bagian telinga, rahang dan gigi. Sinusitis diklasifikan menjadi dua yakni sinusitis akut dengan gejala hingga 12 minggu dan sinusitis kronis dengan gejala berlangsung lebih dari 12 minggu.

Sedangkan gejala atau ciri-ciri rhinitis alergi dan rhinitis non alergi biasanya dapat berupa sering bersin-bersin, dan hidung gatal serta merah. Akibatnya terjadi penyumbatan hidung dan mengalami iritasi. Pada rhinitis alergi, gejala-gejala yang terjadi adalah hasil dari tubuh melakukan perlindungan diri dari alergen.


Pengobatan Sinusitis dan Rhinitis

Pengobatan sinusitis dapat dilakukan menggunakan pemberian antibiotik penyakit sinusitis, semprotan hidung saline, dekongestan, kortikosteroid dan obat pereda nyeri. Selain itu dapat juga menggunakan terapi sinusitis seperti terapi air hangat, terapi laser dan imunoterapi. Sedangkan cara mengatasi rhinitis alergi maupun  non alergi dapat mengonsumsi obat antihistamin.  Biasanya cara menyembuhkan rhinitis juga bergantung pada seberapa parah gejala yang dirasakan penderitanya.

Baik gejala sinusitis maupun rhinitis dapat Anda kendalikan sendiri karena bukan penyakit yang membahayakan. Namun jika keluhan yang dirasakan semakin parah, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Biasanya dokter pun akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes alergi dan CT scan.

, , , ,