Sponsors Link

Tuli Konduktif : Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan

Sponsors Link

Kondisi tuli adalah merupakan suatu kondisi gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh beberapa faktor yang mendasarinya dan dapat dialami oleh siapa pun, tidak peduli umur dan jenis kelaminnya.

ads

Salah satu kondisi tuli yang kategori ringan dan dapat diatasi dengan mudah oleh penanganan yang benar dari pengobatan kondisi yang menjadi dasar tuli dapat terjadi dikenal dengan nama tuli konduktif (conductive hearing loss).

Berikut adalah informasi mengenai tuli konduktif mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan yang perlu Anda ketahui dan pelajari guna lebih memahami tentang penyakit yang satu ini.

Sebelumnya anda juga bisa membaca artikel kami mengenai penyakit tuli lainnya seperti tuli campuran beserta 5 penyebab tuli campuran yang perlu untuk anda ketahui dan juga cara mencegah tuli campuran, kemudian ada juga yang dinamakan tuli saraf dan juga cara merawat tuli saraf tersebut.

Gejala Tuli Konduktif

Yang pertama-tama akan kami berikan apa saja gejala tuli konduktif yang dapat anda jadikan acuan apakah anda menderita penyakit ini atau tidak. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Kesulitan Mendengar

Suara yang sulit untuk didengar pada penderita tuli konduktif biasanya adalah suara dengan pitch rendah, suara orang yang berbisik, dan suara orang yang cara bicara pelan; dimana kesulitannya timbul karena telinga mereka kesulitan menangkap, sehingga yang terdengar seperti gumaman tidak jelas.

  • Sensasi Proses Mendengar yang Berbeda Antara Telinga Kanan dan Kiri

Karena kondisi tuli konduktif yang biasanya hanya menyerang satu telinga saja (kanan atau kiri), makanya terkadang penderita tuli konduktif biasanya lebih suka mendengarkan (biasanya mencondongkan telinga yang sehat ke arah sumber suara) dengan berfokus pada suara yang ditangkap oleh telinga yang sehat agar aktivitas mendengar tidak terganggu.

  • Rasa Abnormal pada Telinga

Rasa abnormal yang dimaksud adalah bisa rasa sakit pada sebelah telinga atau keduanya, sensasi tekanan (seperti jika telinga ditutup) pada telinga, muncul bau tidak sedap dari telinga yang dapat tercium hidung, dan perasaan bahwa suara kita sendiri terdengar berubah, tidak seperti biasanya.

Penyebab Tuli Konduktif

  • Permasalahan pada Saluran Telinga

Terganggunya saluran telinga (auditory canal) yang merupakan rute lewatnya gelombang suara yang masuk ke dalam telinga (bagian luar dan kemudian bagian dalam) untuk akhirnya berujung pada koklea dan sistem saraf pusat, dimana gangguan yang terjadi dapat berupa senyawa asing yang tertangkap serumen dan menyebabkan infeksi pada dinding saluran (otitis media), anomali pertumbuhan tulang (exostosis, otosclerosis, malformasi tulang ossicles), dan cholesteatoma.

  • Akumulasi Penumpukan Cairan pada Telinga Bagian Tengah

Dalam telinga harus selalu dikondisikan “kering” (tidak basah atau lembab karena air yang berasal dari luar tubuh), dan jika terdapat cairan di dalam telinga yang tidak mau keluar, maka telinga akan mudah dimasuki oleh bakteri atau virus (otitis externa) yang tidak dapat dilawan oleh serumen karena sifatnya yang ternetralisir dengan air, sehingga dapat menyebabkan infeksi pada telinga.


  • Saluran Eustachius yang Terblokir

Pada saat sakit flu atau pilek, maka cairan ingus juga dapat masuk ke dalam telinga bagian tengah, lewat saluran eustachius, yang dimana jika mekanisme saluran ini bekerja secara normal, maka cairan ingus tersebut dapat dikeluarkan lagi lewat hidung (kegiatan membuang ingus), dan sebaliknya jika saluran eustachius ini bermasalah (seperti terblokir), maka cairan ingus dapat mengendap di saluran telinga tengah dan penumpukan tersebut dapat menyebabkan infeksi.

  • Perforasi Gendang Telinga

Rusaknya gendang telinga biasanya disebabkan karena faktor eksternal yang cukup ekstrim (barotrauma) seperti jika mendengar suara ledakan yang dasyat, faktor tekanan udara di luar tubuh seperti ketika naik pesawat atau scuba diving, dan bahkan serangan pada daun telinga (seperti ditinju atau dipukul), dapat menyebabkan perforasi gendang telinga, dan otomatis akan menjadi sebab dari tuli konduktif.

  • Tumor Jinak

Tumor pada telinga (vestibular schawannoma) sebenarnya bersifat jinak dan spesifik tumbuh di dalam tulang kanal (bony canal) telinga dan dapat menjalar hingga ke otak, yang menyebabkan tuli konduktif apabila tumbuhnya semakin membesar dan memblokir atau menutup saluran telinga.

Pengobatan Tuli Konduktif

  • Melakukan prosedur bedah atau opersai jika penyebabnya adalah otosclerosis, chlolesteatoma, dan lain sebagainya yang akan disarankan oleh dokter.
  • Mengkonsumsi obat-obatan seperti antibiotik jika tuli konduktif terjadi akibat infeksi.
  • Menggunakan Alat Bantu Dengar jika kasusnya tidak berat dan penderita tidak ingin melakukan pembedahan atau operasi.

Pencegahan Tuli Konduktif

  • Melakukan pembersihan telinga secara berkala dan tidak berlebihan untuk menghindari akumulasi penumpukan sel kulit mati, cairan dari luar, dan debu yang mengendap di dalam telinga yang dapat menyebabkan teling tersumbat.
  • Menggunakan alat pelindung telinga seperti ear-muffs atau ear-plugged untuk meminimalisir suara bising dari luar.
  • Jangan pernah memasukan benda asing ke dalam telinga seperti cotton bud yang berpotensi menyodok kotoran telinga semakin ke dalam, melukai dinding saluran telinga, dan kapas yang lepas sehingga stuck di dalam telinga.

Tuli konduktif bukanlah termasuk jenis tuli yang membahayakan, dalam artian kehilangan sistem pendengaran secara total dan permanen, namun tuli konduktif yang tidak diobati lama kelamaan dapat berbahaya, yang menyebabkan komplikasi pada bagian telinga lain sehingga dapat menimbulkan tuli sensorineural apabila “perusakan” menjalar ke telinga bagian dalam, dan bahkan fase ketiga yang paling parah yang dapat terjadi adalah tuli campuran dimana seluruh bagian telinga bermasalah sehingga menyebabkan aktivitas mendengar dapat hilang total, apabila tidak segera diatasi.

Baca artikel kami lainnya terkait pencegahan penyakit THT yang bisa anda coba seperti cara mencegah faringitis, kemudian bagaimana cara mudah mencegah polip di hidung, dan juga 15 cara mencegah radang tenggorokan yang bisa anda baca serta pelajari.

Perlu diperhatikan dan diingat untuk tidak meremehkan kondisi atau penyakit pada tubuh dan organ-organnya walaupun sekecil apapun tingkat abnormalitasnya, terutama untuk tuli konduktif ini, karena dari suatu yang tidak berbahaya dapat menjadi membahayakan jika tidak segera diatasi dengan penangangan yang baik dan benar.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Tuli